Informasi Rukun Umroh Sesuai Sunnah.

Rukun Umroh Sesuai Sunnah Yang Benar


Rukun Umroh Sesuai Sunnah Yang Benar













Pergi umroh ke tanah suci dan melakukan serangkaian kegiatan ibadah umroh dengan khusyuk merupakan impian bagi banyak umat muslim. Supaya amalan yang kita kerjakan tersebut tidak sia-sia, tentunya kita harus mengamalkan rukun umroh sesuai sunnah yang telah Rasulullah ajarkan.




Perlu juga kita ketahui bahwasannya segala bentuk amalan ibadah yang tidak bersumber dan tata caranya tidak sesuai dengan apa yang dilakukan Rassul Shalallahu Alaihi Wassalam akan terpental, termasuk juga didalamnya adalah ibadah umroh.








Sekedar mengingatkan dan menyegarkan ingatan kita kembali, teryata ada banyak rukun umroh yang harus dilakukan oleh umat muslim ketika menjalankan ibadah umroh. Melalui artikel ini, kami akan mencoba mengulas tentang rukun serta tata cara melakukan ibadah umroh yang sesuai sunnah.









Rukun Umroh Sesuai Sunah Yang Benar









1. Membersihkan diri





















Rukun umroh pertama yang jangan sampai kita lewatkan ialah membersihkan diri melalui mandi. Pastikan sebelum melakukan ihram, umat muslim yang akan menjalankan ibadah umroh dianjurkan untuk mandi seperti mandi junub, setelahnya memakai wangi-wangian, dilanjutkan dengan memakai pakaian khusus ihram.













2. Niat Ihram

























Jamaah melafazkan talbiah umroh dari tempat miqat. Berikut adalah bacaannya :




لَبَّيْكَ عُمْرَةً




labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).




Namun, jika jamaah merasa khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau uzur lainnya, maka setelah membaca talbiah umroh diatas kemudian dilanjutkan denfan membaca lafaz berikut :




اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي




Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).




Setelah membaca lafaz tersebut, maka jamaah yang berhalangan menyelesaikan ibadah umrah tadi dapat terbebas dari kewajiban membayar dam (menyembelih seekor kambing) dan diperbolehkan bertahallul.Cancel




Setelah membaca talbiah umroh, dilanjutkan dengan jamaah memperbanyak bacaan berikut hingga sampai Makkah :




لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك





Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).






Bacaan tersebut diatas dibaca dengan keras oleh jamaah laki-laki, dan dibaca dengan lirih oleh jamaah perempuan.






3. Adab Masuk Kota Makkah













Saat memasuki kota Makkah, jamaah dianjurkan untuk mandi jika kondisi memungkinkan. Kemudian memasuki Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid. Sebenarnya jika anda menggunakan jasa haramainku anda akan diberitahukan hal ini.






4. Menuju Hajar Aswad













Jamaah menuju Hajar Aswad dengan mengucapkan “Allahu Akbar” atau “Bismillahi Allahu Akbar” kemudian mengusap serta mencium Hajar Aswad. Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad, maka jamaah cukup mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika kondisi sangat tidak memngkinkan untuk mendekati Hajar Aswad, jamaah cukup memberi isyarat dengan tangan dan tidak perlu menciumnya. Hal ini dilakukan pada setiap putaran Thawaf.







5. Thawaf














Thawaf dilakukan oleh jamaah umroh sebanyak 7 kali putaran. Bermula di Hajar Aswad, dan berakhir di Hajar Aswad pula. Disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama, dan berjalan seperti biasa pada 4 putaran terakhir.




Sunnah apada saat Thawaf adalah dengan mengusap Rukun Yamani.




Sunnah lainnya pada saat Thawaf adalah dengan membaca doa yang terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 201. Doa tersebut dibaca ketika berada diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Berikut doanya :




رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ




Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)







6. Menuju Makam Ibrahim
















setelah selesai Thawaf, jamaah menuju makam Ibrahim sambil membaca doa sebagai berikut :




وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى




Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).




Dilanjutkan dengan shalat sunnah di belakang makam Ibrahim dengan bacaan pada rakaat pertama adalah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat Al-Kafirun. Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.




Selesai shalat sunnah, jamaah disunnahkan untuk meminum dan menyirami kepala dengan air zam-zam.




Setelah selesai, jamaah kembali ke Hajar Aswad dan melakukan kembali pada poin 4.







7. Sa,i



















  • Menuju ke Shafa




Langkah selanjutnya adalah jamaah menuju bukit Shafa untuk melakukan Sa’i dengan melafazkan bacaan sebagai berikut :




إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ




Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).




Lalu mengucapan,




نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ




Nabda-u bimaa bada-allah bih”.




Kemudian jamaah Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca:




اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (3x)




لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ




لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ




“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)




Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.




Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”




Bacaan tersebut diatas dibaca sebanyak 3 kali. Dan pada setiap pengulangannya diperbolehkan berdoa apa saja.



  • Menuju Bukit Marwah




Setelah turun dari Shafa, jamaah dilanjutkan menuju bukit Marwah. Jamaah Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di tempat sa’i bagi laki-laki atau perempuan, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.




Sesampainya di bukit Marwah, jamaah kembali melakukan seperti apa yang dilakukan di Shafa yakni yaitu menghadap kiblat, bertakbir,berdzikir dan berdoa.




Perjalanan dari Shafa ke Marwah ini sudah dihitung satu kali putaran. Jamaah melakukan hal tersebut hingga 7 kali putaran.



8. Bertahallul




Setelah jamaah melakukan Sa’i, rukun umroh yang terakhir adalah dengan bertahallul. Tahallul adalah memendekkan seluruh rambut kepala atau menggundulnya bagi laki-laki. Bagi jamaah perempuan cukup dengan menggunting sepanjang satu ruas jari.



Demikianlah rukun umroh sesuai sunnah. Semoga bermanfaat!
Back To Top